Selasa, 17 Maret 2015

Tourism (Softskill)

                                        TOURISM


Definitions of Tourism:

In 1936, the League of Nations defined a foreign tourist as "someone traveling abroad for at least twenty-four hours". Its successor, the United Nations, amended this definition in 1945, by including a maximum stay of six months.
In 1941, Hunziker and Krapf defined tourism as "the sum of the phenomena and relationships arising from the travel and stay of non-residents, insofar as they do not lead to permanent residence and are not connected with any earning activity." In 1976, the Tourism Society of England's definition was: "Tourism is the temporary, short-term movement of people to destinations outside the places where they normally live and work and their activities during the stay at each destination. It includes movements for all purposes." In 1981, the International Association of Scientific Experts in Tourism defined tourism in terms of particular activities chosen and undertaken outside the home.
In 1994, the United Nations identified three forms of tourism in its Recommendations on Tourism Statistics:
  • Domestic tourism, involving residents of the given country traveling only within this country
  • Inbound tourism, involving non-residents traveling in the given country
  • Outbound tourism, involving residents traveling in another country
The terms tourism and travel are sometimes used interchangeably. In this context, travel has a similar definition to tourism, but implies a more purposeful journey. The terms tourism and tourist are sometimes used pejoratively, to imply a shallow interest in the cultures or locations visited. By contrast, traveler is often used as a sign of distinction. The sociology of tourism has studied the cultural values underpinning these distinctions and their implications for class relations.

Example:

 *Borobudur Temple.
Borobudur is the biggest temle in the world.
Borobudur, or Barabudur, is a 9th-century Mahayana Buddhist Temple in Magelang, Central Java, Indonesia. The monument consists of six square platforms topped by three circular platforms and is decorated with 2,672 relief panels and 504 Buddha statues.A main dome, located at the center of the top platform, is surrounded by 72 Buddha statues each of which is seated inside a perforated stupa. It is the world’s largest Buddhist temple, as well as one of the greatest Buddhist monuments in the world.
Built in the 9th century during the reign of the Sailendra Dynasty, the temple was designed in Javanese Buddhist architecture, which blends the Indonesian indigenous cult of ancestor worship and the Buddhist concept of attaining Nirvana The temple also demonstrates the influences of Gupta art that reflects India's influence on the region, yet there are enough indigenous scenes and elements incorporated to make Borobudur uniquely Indonesian.The monument is both a shrine to the Lord Buddha and a place for Buddhist pilgrimage. The journey for pilgrims begins at the base of the monument and follows a path around the monument and ascends to the top through three levels symbolic of Buddhist cosmology: Kāmadhātu (the world of desire), Rupadhatu (the world of forms) and Arupadhatu (the world of formlessness). The monument guides pilgrims through an extensive system of stairways and corridors with 1,460 narrative relief panels on the walls and the balustrades. Borobudur has the largest and most complete ensemble of Buddhist reliefs in the world.
Evidence suggests Borobudur was constructed in the 9th century and abandoned following the 14th-century decline of Hindu kingdoms in Java and the Javanese conversion to Islam.Worldwide knowledge of its existence was sparked in 1814 by Sir Thomas Stamford Raffles, then the British ruler of Java, who was advised of its location by native Indonesians. Borobudur has since been preserved through several restorations. The largest restoration project was undertaken between 1975 and 1982 by the Indonesian government and UNESCO, following which the monument was listed as a UNESCO World Heritage Site.
Borobudur is still used for pilgrimage; once a year, Buddhists in Indonesia celebrate Vesak at the monument, and Borobudur is Indonesia's single most visited tourist attraction.
The monument is the single most visited tourist attraction in Indonesia. In 1974, 260,000 tourists, of whom 36,000 were foreigners, visited the monument. The figure climbed to 2.5 million visitors annually (80% were domestic tourists) in the mid-1990s, before the country's economy crisis.[10] Tourism development, however, has been criticized for not including the local community, giving rise to occasional conflicts. In 2003, residents and small businesses around Borobudur organized several meetings and poetry protests, objecting to a provincial government plan to build a three-story mall complex, dubbed the "Java World".
International tourism awards were given to Borobudur archaeological park, such as PATA Grand Pacific Award 2004, PATA Gold Award Winner 2011, and PATA Gold Award Winner 2012. In June 2012, Borobudur was recorded in the Guinness Book of World Records as the world's largest Buddhist archaeological site.







this articles is taken from wikipedia, all rights reserved. (the pictures may have rights too)





Minggu, 07 Desember 2014

Produk Iklan

Tugas iklan produk Softskill, Universitas Gunadarma PTA 2014/2015


Calming Baby Powder adalah bedak bayi yang diformulasikan untuk menyegarkan sekaligus memberi keharuman pada bayi anda sepanjang hari. Wangi khas milk and chamomile, memberi kenyamanan pada anda dan bayi anda, tidak membuat iritasi pada kulit bayi, kemasan yang simple dan ringan dengan harga yang ekonomis, dan tersedia dalam berbagai ukuran ~

Minggu, 02 November 2014

penulisan bahasa iklan



1.     Definisi iklan
Menurut kamus besar bahasa Indonesia Iklan adalah pemberitahuan kepada khalayak ramai mengenai hal dijual seperti barang atau jasa, dipasang di media massa seperti surat kabar dan majalah ; berita pesanan (untuk mendorong atau membujuk) kepada khalayak ramai tentang barang atau jasa yang ditawarkan.


2.     Definisi bahasa iklan
Iklan berasal dari kata yunani yang artinya “ mengiring orang pada gagasan “, dan secara komprehensip “ semua bentuk aktivitas untuk memperkenalkan dan mempromosikan ide, barang, atau jasa secara non personal tentang suatu produk, merek, perusahaan, atau toko sekalipun”. Iklan diartikan sebagai usaha manusia dalam menyampaikan gagasan, produk atau jasa, yang ditujukan pada sasaran tertentu, melalui media massa, yang mengharapkan keuntungan tertentu, dan memiliki sponsor yang jelas. Menurut shimp (2000), iklan merupakan suatu investasi ekonomis, dan bagi kebanyakan perusahaan dan organisasi non profit, iklan merupakan sebuah investasi yang dianggap sangat menguntungkan. Iklan memakai bahasa visual yang membawa bentuk ikon, simbol, dan bahasa tubuh (mimik, gerak-gerik, isyarat, suara, pakaian dan sikap). Bahasa visual kerap menggunakan komunikasi tatap muka (face to face communication).

Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya. Dalam kaitan dengan kebahasaan, ternyata ada dua jenis bahasa yang harus dibedakan. Kedua jenis bahasa itu berkaitan dengan bahasa normatif dan bahasa deskriptif. Kedua jenis bahasa ini ternyata juga memiliki serbaneka laras bahasa komunikasi. Oleh karena itu, serbaneka laras bahasa komunikasi perlu mendapat perhatian, seperti laras jurnalistik, laras sms (surat-menyurat singkat), laras iklan (aku dan kau suka dancow), laras prokem dan gaul.



Jadi dapat disimpulkan bahwa bahsa iklan itu adalah bahasa yang memiliki :

·      menggugah : mencermati kebutuhan konsumen, memberikan solusi, dan memberikan perhatian.

·      informatif : kata-katanya harus jelas, besahabat, komunikatif, dan tidak bertele-tele apalagi sampai mengabaikan durasi penayangan.

·      persuasif : rangkaian kalimatnya membuat target audience nyaman, senang, tentram, dan menghibur.

·      bertenaga gerak : komposisi kata-katanya menghargai waktu selama masa penawaran/masa promosi berlangsung.

·      komunisuasif : memakai bahasa yang komunikatif dan persuasive.

·      sugestif : ungkapkan atau majas yang digunakan untuk memikat masyarakat.

·      penyusunan secara singkat dan menonjolkan bagian-bagian yang dipentingkan.



3.     Jenis – jenis iklan
Bitter (1986) membagi iklan menjadi dua jenis, yaitu iklan standar dan iklan layanan masyarakat. Iklan standar atau biasa disebut iklan komersil adalah iklan yang ditata secara khusus untuk keperluan memperkenalkan barang, jasa, pelayanan untuk konsumen melalui media periklanan. Tujuan iklan standar adalah untuk mendapatkan keuntungan-keuntungan ekonomi. Kategori yang kedua adalah iklan layanan masyarakat, yaitu iklan yang bersifat non-profit. Iklan ini berupaya mencari keuntungan yang bersifat sosial, bukan keuntungan komersial secara langsung. Tujuan dari iklan ini adalah membentuk citra baik di tengah masyarakat.
Selain itu, ada jenis iklan yaitu Corporate Advertising. Iklan yang bertujuan membangun citra suatu perusahaan yang pada akhirnya diharapkan juga membangun citra positif produk-produk atau jasa yang diproduksi oleh perusahaan tersebut. Iklan Corporate sering kali berbicara tentang nilai-nilai warisan perusahaan, komitmen perusahaan kepada pengawasan mutu, peluncuran merek dagang atau logo perusahaan yang baru atau mengkomunikasikan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan sekitar. (pengantarperiklanan.blogspot.com) 

Alo Liliweri (1992) mempunyai pendapat sendiri tentang pembagian jenis-jenis iklan. Ia membaginya dalam dua kelompok besar, yaitu pembagian secara umum dan pembagian secara khusus.



Pembagian Iklan Secara Umum



  • Iklan Tanggung Jawab Sosial

Yaitu iklan yang bertujuan untuk menyebarkan pesan yang bersifat informatif, penerangan, pendidikan agar membentuk sikap warga sehingga mereka bertanggung jawab terhadap masalah sosial dan kemasyarakatan tertentu. Misalnya iklan anjuran dan iklan penggambaran sosial. 

  • Iklan Bantahan

Yaitu iklan yang digunakan untuk membantah atau melawan atas sesuatu isu yang merugikan dan memperbaiki citra seseorang, perusahaan atau merek yang tercemar akibat informasi yang tidak benar.

  • Iklan Pembelaan

Iklan ini merupakan ‘lawan’ dari iklan bantahan. Bila iklan bantahan si pengiklan berada pada posisi membantah, maka dalam iklan pembelaan, komunikator justru berada dalam posisi membela komunikator. Contoh yang biasanya ditemunkan tentang iklan jenis ini adalah iklan yang terkait dengan hak paten. 

  • Iklan Perbaikan

Yaitu iklan untuk memperbaiki pesan-pesan tentang sesuatu hal yang terlanjur salah dan disebarluaskan melalui media. Istilah lain iklan ini adalah iklan ralat atau iklan pembetulan. Iklan ini bertujuan untuk meralat informasi yang salah, sehingga publik tetap mendapatkan informasi yang benar. Sisi negatif iklan ini adalah dengan menyampaikan iklan perbaikan, terkesan bahwa pengiklan tidak cermat dalam perencanaan tentang sesuatu, sehingga kredibilitas pengiklan akan turun. 

  • Iklan Keluarga

Yaitu iklan dimana isi pesan-pesannya merupakan sebuah pemberitahuan dari pengiklan tentang terjadinya suatu peristiwa kekeluargaan kepada keluarga/khalayak lainnya. Contoh iklan ini adalah iklan tentang kematian, pernikahan, wisuda, dan lain-lain. 



Pembagian Iklan Secara Khusus 

Berdasarkan Media yang Digunakan
Secara umum pembagian iklan berdasarkan media yang digunakan terbagi dua, yaitu iklan above the line dan iklan below the line.
Iklan media above the line adalah media yang bersifat massa. Yang termasuk media-media below the line adalah: leaflet, poster, spanduk, baliho, bus panel, bus stop, point of purchase (POP), sticker, shop sign, flayers, display, dan lain-lain.
Selain berdasarkan kategori umum, iklan juga dibagi dalam kategori khusus berdasarkan jenis media yang dipakai. Berdasarkan media yang digunakan, iklan dapat dibagi dalam beberapa jenis, yaitu sebagai berikut: 

  • Iklan Cetak

Yaitu iklan yang dibuat dan dipasang dengan menggunakan teknik cetak, baik cetak dengan teknologi sederhana maupun teknologi tinggi. Beberapa bentuk iklan cetak yaitu: iklan cetak surat kabar, ikaln cetak baliho, iklan cetak poster, iklan spanduk, dan lain-lain.

  •   Iklan Baris

Iklan ini disebut dengan iklan baris karena pesan yang dibuat hanya terdiri dari beberapa baris kata/kalimat saja dan biaya yang dikenakan dihitung perbaris, dan harganya relatif murah. Biasanya iklan baris ini tidak lebih dari 3-4 baris dengan luas tidak lebih dari satu kolom. Bahasa yang digunakan dalam iklan baris umumnya singkat, penuh makna, dan sangat sederhana.

  •    Iklan Kolom

Iklam kolom memiliki lebar stu kolom, namun lebih tinggi dibanding iklan baris. Selain pesan verbal tertulis, dimungkinkan ula pesan nonverbal sebagai ilustrasi gambar, simbol, lambang maupun tanda-tanda visual lainnya walu tidak terlalu bervariasi dan sangat terbatas. Contoh iklan ucapan selamat, duka cita, menawarkan barang dan jasa, pendidikan, panggilan (terhadap seseorang, lelang, dsb), peringatan (dagang paten, dsb), undangan terbuka, serta lowongan kerja. 

  • Iklan Advertorial

Iklan yang berkesa sebagai sebuah berita. Dalam tatarama periklanan Indonesia, iklan dengan teknik ini diharuskan diberi keterangan “advertorial” atau “iklan” untuk membedakannya dengan berita.Isi pesan advertorial ini sangat beragam antara lain: iklan layanan pengobatan alternatif, kesehatan, jasa penyelenggaraan even, wisata, nstitutonal advertising, dan sebagainya.

  • Iklan Display

Lebih luas dari iklan klom sehingga dapat mendisplay (memperlihatkan) ilustrasi berupa gambar-gambar baik foto maupun grafis dalam ukuran yang lebih besar disampng pesan verbal tertulis Umumnya digunakan oleh organisasi baik bisnis maupun sosial. Misalnya iklan penjualan barang maupun jasa, ucapan selamat, dsb.

  • Iklan Radio

Iklan yang dipasang melalui media radio. Iklan radio memiliki karakteristik yang khas yaitu hanya dapat didengar melelui audio (suara) saja yang merupakan perpaduan dar kata-kata (voice), musik dan sound effect.

  • Iklan Televisi

Televisi merupakan salah satu media yang terasuk dalm kategori above the line iklan televisi mengandun unsu suara, gambar dan gerak. 



Berdasarkan Tujuan

  •  Iklan Komersial

Disebut pula iklan bisnis bertujuan untuk mendapatkan keuntungan ekonomi, peningkatan penjualan dimana sasaran pesan yang dituju adalah untuk seseorang atau lembaga yang akan mengolah dan atau menjual produk yang diiklankan tersebut kepada konsumen akhir. Iklan komersial dapat dibagi dalam tiga jenis iklan, yaitu iklan untuk konsumen, untuk bisnis dan iklan untuk pofesional. 

  • Iklan Non Komersial( Iklan Layanan Masyarakat)

Iklan yang digunakan untuk menyampaikan informasi, mempersuasi atau menidik khalayak dimana tujuan akhir bukan keuntungan ekonomi melainkan keuntungan sosial.


berikut ini adalah beberapa contoh iklan tersebut:







Http://qotuss.blogspot.com/2013/11/bahasa-iklan-dan-jenis-jenis-iklan.html 
sumber foto tersebut diambil dari google, hak cipta dilindungi pemiliknya.